Newest Post

PART2
This story particular to friend in Kalimantan named sri-yanti ;)
 Awalnya ku kira dia sedang mabuk, jadi aku melangkah kepinggir terotoar, memberinya cukup ruang untuk melewatiku, tapi dia semakin mendekat dan aku makin menydarai sosoknya ynag sungguh aneh, tubuhnya begitu kurus dan tinggi semampai, serta mengenakan setelan yang ketingglan zaman.
dia terus menari dan mendekat sampai kahirnya aku mampu melihat wajahnya.
***********************
Kepalanya miring dengan garis yang tidak wajar dan matany melotot menghadap langit, dengan senym yang lebar dan mengerikan tersungging di wajahnya, senyum yang hanya kan kau lihat di film kartun. tatapan liar dan senyumnya yang tidak masuk akal sudah membuatku ketakutan dan segera menyebrang jalan untuk menjauh darinya. aku tidak berhenti memperhatiknnya. Saat sampai di sebrang jalan dan menghentikan langkahku. dia tak lagi menari dan kini dia berdiri dengan salah satu kakinya dan menghadapku namun tetap melihat keatas. tentu dengan senyum aneh yang masih merekah lebar.
***********************
Saat itu aku sudah sangat gugup,aku mulai berjalan namun tetap enggan untukmelepaskan pandanganku darinya.
saat itu aku telah mencapai jarak setengah blok, aku menoleh kedepan untuk beberapa saat, hanya untuk memastikan bahwa jalanan dan trotoar di hadapanku benar-benar lenggang. masih dalam keadaan gugup , aku berbalik kembali ke arah pria tadi berdiri dan mendapati dirinya telah lenyap.
***********************
Aku sempat lega untuk berberapa saat..... sampai kau melihatnya lagi, kali ini  dia sudah ikut menyebrang, aku tak dapat melihatnya dengan jelas , karena  jarak kami sekarang sudah cukup jauh dan pekatnya gelap malam menutupi sosok orang aneh itu. tapi aku sangat yakin dia sedang menatapku. tak lebih dari 10 detik aku mengalihkan pandanganku darinya, jadi sudah pasti dengan cepat.
***********************
 Aku begitu terkejut saat itu hingga tak dapat bergerak, ketika dia mulai berjalan menuju kearahku lagi, dia mengambil langkah-langkah besar, seperti seseorang sedang berjinjit, namun dengan kecepatan tinggi. aku harus bilang bahwa semestinya aku kabur waktu itu, atau mengambil ponselku dan mulai menghubungi seseorang tapi tidak. aku hanya diam membeku menyaksikannya berjingkat ke arahku.




BEFORE SLEEP part 2

Rabu, 17 Juni 2015
Posted by Unknown
SALAM HOOOOHAAAA
bagai mana puasa kalian lancar???untuk menemani puasa para reader saya buatkan cerita horor heheheh.
SELAMAT MENIKMATI CERITA

This story particular to friend in Kalimantan named sri-yanti ;)


**************************
Hal ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu saat aku masih tinggal di sebuah apartemen di kota besar,aku adalah seorang pengidap insomnia akut, jadi saat teman kamarku sudah tidur, aku sering pergi keluar untuk menghabiskan waktu. aku berjalan sendirian dalam kegelapan malam, aku tidak punya alasan untuk merasa takut,sampai malam itu,malam yang mengubah hidupku untuk selamanya.
**************************
Saat itu hari rabu, sekitar jam satu atau dua tengah malam, aku sedang berjalan menyusuri taman yang jaraknya lumayan jauh dari apartemen, malam begitu sunyi, tidak ada satupun kendaraan yang berlalu lalang. jalanan benar-benar kosong. aku berbalik dan berjalan di atas trotoar, hendak kembali ke apartemenku, saat itulah pertama kali aku melihatnya di ujung jalan.
**************************
Aku melihat siluet seorang pria, dan dia sedang menari. itu adalah  tarian yang aneh, mungkin mirip waltz, dan dia mengakhiri setiap gerakan dengan sebuah hentakan kedepan, kurasa kau boleh membayangkan bahwa dia menari sambil berjalan, dan menuju tepat ke arahaku.  















BEFORE SLEEP part 1

Posted by Unknown
- Kembar - Part 4
Terdengar langkah terburu-buru milik seorang wanita setengah baya. Ia berjalan seorang diri menuju suatu tempat yang tak pernah orang lain ketahui dan jarang sekali di kunjungi. Tanpa Ia sadari ternyata sebuah pasang memperhatikannya dari arah kejauhan, pemilik mata itu mengikutinya dari belakang karena curiga wanita itu akan melakukan apa yang di katakannya waktu itu. Dan benar saja perempuan itu berhenti pada sebuah tempat yang sepi, hanya dikelilingi pohon-pohon besar yang sangat tinggi hingga menyebabkan menghalangi sinar matahari siang itu. Menimbulkan suasana yang agak gelap dan cukup mencekam, apalagi kalau malam hari. Wanita itu mendongakkan kepalanya melihat ke segela penjuru sambil berputar.
“Aku tau kau pasti ada disini. Aku ingin menawarkan sesuatu padamu.”
Lelaki yang tadi mengikutinya pun bersembunyi tak jauh dari tempat tersebut. Ia mengerutkan kening dan nampak gelisah.
“Ternyata dia benar-benar melakukannya. Aku harus mencegahnya sebelum terlambat dan segalanya akan fatal.” Gumamnya
Laki-laki itu keluar dari persembunyiannya dan segera meraih tangan wanita itu lalu menariknya dan membawa pergi dengan langkah cepat.
“Hey, lepaskan tanganku.” Ucapnya sambil berusaha melepaskan tangannya. Pria itu tidak mendengarkannya dan tetap memegang tangannya untuk dibawa pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah pria itu baru melepaskan tangan perempuan tersebut.
“Kau sungguh tidak waras!” Ucapnya setengah membentak
“Mengapa kau menggagalkan rencanaku?”
“Aku tidak akan membiarkanmu memberikan darah daging kita kepada iblis itu!”
“Dia hanya membawa sial dan mengganggu Laura!”
“Dia tidak mengganggu Laura, itu hanya opinimu karena kau membencinya.”
“Terserah, aku tak perduli. Pokoknya aku akan tetap melakukannya.”
“Sampai hati kau lakukan, aku tidak akan segan membunuhmu!”
“Aku yakin kau tidak akan tega seperti itu kepadaku, sayang.”
“Tapi bukan hal yang sulit jika kau benar melakukannya, istriku.”
***
Sementara itu nampaknya Laura lupa akan buku harian yang hendak dibacanya waktu itu, bahkan Ia sendiri lupa dimana meletakkannya. Dan kini Ia mencari-carinya
“Kemana buku itu? Seingatku ada di meja waktu terakhir kali aku hendak membacanya. Tapi kenapa sekarang tidak ada?” Ujarnya bertanya-tanya
“Ah, sudahlah. Nanti juga ketemu sendiri.”
Kemudian Ia berlalu pergi meninggalkan kamarnya dan menutup pintu. Lalu pergi berangkat sekolah.
“Laura..” Terdengar suara bisikan lembut seorang perempuan.
“Hey, aku disini.”
Ia mencari asal suara itu.
“Tarrrraaa..!!”
“Aaaaaaaaaaaaaakk..!”
“Hahahaha”
“Marsha, kau ini! Senang sekali berlaku seperti itu.”
“Hehehe, kau mau ke sekolah ya?”
“Iya, kenapa?”
“Boleh aku ikut?”
“Eh? Memangnya kamu tidak sekolah?”
“Tidak.”
“Kenapa?”
“Karena aku tidak mau.”
“Hah?”
“Sudahlah, ayo. Nanti kita terlambat.”
“Tunggu, apa kau mau kesekolah dengan pakaian seperti ini?”
“Tenang saja, mereka tidak akan ngeh.”
“Hah?”
Laura mengerutkan kening sambil memperhatikan pakaian yang dipakai Marsha. Gadis itu menggunakan dress putih sampai lutut dan flatshoes berwarna putih juga. Sungguh Ia tidak yakin akan pergi sekolah dengan baju Marsha yang seperti itu.
“Tak ada yang perlu kau khawatirkan.”
Marsha meraih tangan Laura dan berjalan mendahului. Laura tampak kebingungan melihat langkah Marsha yang mendahuluinya sambil berpikir apakah dia tau dimana sekolah Marsha.
“Tenang saja, aku tau kok sekolahmu.”
“Eh?”
Laura terkejut Marsha mengetahui apa yang ada dipikirannya.
“Kenapa? Pasti terkejut aku dapat membaca pikiranmu ya?”
“Hehehe”
“Nah, ini sekolahmu kan?”
Keduanya sampai di depan gerbang sekolah dan mulai memasuki gerbang melangkah menuju kelas.
“Kau juga ikut ke kelas denganku?”
“Tentu saja, hari ini aku akan mengikutimu terus.”
“Walaupun guru datang dan pelajaran telah di mulai?”
“Iya, Laura.”
“Tapi bagaimana dengan...........................................”
“Sudah ku katakan tidak ada yang perlu kau khawatirkan.”
Laura makin kebingungan. Dan benar saja saat bel sekolah sudah mulai berbunyi menandakan waktuny kelas di mulai, Ia melihat Marsha masih ada di kelas. Duduk di sebelah Ayu seketaris kelasnya. Kebetulan saat ini Isti teman sebangkunya tidak masuk, izin katanya. Laura sendiri tidak tahu apakah itu benar atau hanya supaya alfa di absennya tidak semakin bertambah mengetahui Isti memang jarang masuk entah untuk alasan apa. Marsha tampak asyik mengikuti pelajaran saat Laura memperhatikannya dari kejauhan, hanya berjarak 2 bangku darinya.
Akhirnya pelajaran kelas pun berakhir, semua murid berhamburan keluar kelas. Marsha benar-benar membuktikan perkataannya untuk mengikutinya terus. Kini mereka melangkah keluar gerbang.
“Laura, ada tempat yang ingin ku tunjukan padamu.’
“Dimanakah itu?”
“Ikut saja.”
“Tapi aku harus bilang pada ibuku dulu.”
“Tidak perlu.”
“Nanti kalau mencariku bagaimana?”
Marsha hanya tersenyum dan berjalan terus. Laura mengikutinya dan mensejajarkan langkahnya dengan Marsha.
“Memangnya kita mau kemana?”
“Suatu tempat.”
“Namanya?”
“Hhm.. Apa ya?” Marsha tampak berpikir.
“Kau ingin mengajakku ke suatu tempat tapi kau tidak tahu namanya? Mencurigakan sekali.”
“Hahaha, apa aku terlihat seperti akan menculikmu?”
“Kurasa begitu. Hahahaha”
“Itu memang benar.”
“Hah? Apanya benar?”
“Benar aku ingin menculikmu.”
“Kalau begitu apa aku harus berteriak minta tolong seperti adegan sinetron di televisi?”
“Hahahahaha. Terserah kau.”
Mereka sampai disebuah tempat yang sejuk dimana sekelilingnya terdapat pohon-pohon rindang banyak terdapat bunga seperti di taman. Suasana disekitar tempat tersebut menyenangkan dan membuat Laura betah hingga lupa akan kedua orang tuanya dan segalanya. Yang Ia tau saat ini Ia sedang bersama Marsha menikmati keadaan sekelilingnya.
***
Sudah hampir malam tapi Laura juga belum pulang ke rumah semenjak tadi pagi saat berangkat sekolah. Ibunya khawatir dan sejak tadi hanya mondar mandir menanti kehadiran anaknya pulang. Sampai suaminya datang dan melihat istrinya tengah kebingungan, cemas, serta gelisah.
“Sayang, ada apa denganmu sejak tadi terlihat risau?”
“Laura.. Laura.”
“Ada apa dengan Laura?”
“Dia belum pulang.”
“Belum pulang? Kemana dia?” Tanya suaminya yang juga mulai terlihat panik.
“Aku tidak tahu.”
“Apa kau sudah menghubungi temannya? Atau pihak sekolah?”
“Sudah.”
“Lalu apa katanya?”
“Mereka bilang, Laura sudah pulang semenjak siang saat bubaran sekolah. Bagaimana ini? Kemana kita harus mencari Laura?”
“Kita tunggu saja lagi, mungkin dia sedang belajar kelompok. Kalau sampai besok belum juga pulang baru kita lapor polisi.”
“Baiklah.” Ucapnya terlihat pasrah.
***
Sebulan berlalu, tapi Laura juga belum pulang dan di temukan. Kedua orang tuanya sudah lapor polisi dan polisi sedang mencarinya. Sedangkan ibunya Laura terlihat lesu dan terlihat agak kurus, sering tidur mengigau dan memanggil-manggil Laura. Suaminya kasihan melihat keadaan istrinya, Ia tidak tahu harus berbuat apa.
Pria itu beranjak dari tempatnya menuju kamar Laura yang sudah 30 hari ini kosong karena Laura belum juga kembali sejak hilang. Ia melihat sebuah buku tergeletak di meja belajar dalam keadaan tertutup. Sesaat kemudian tiba-tiba buku itu terbuka, lelaki itu terkejut dan berjalan mendekati meja. Perlahan-lahan beberapa kalimat mulai tertulis lalu pria itu membacanya.
Catatan terakhir:
Ayah, maafkan aku telah membuat kalian resah mencari-cari Laura. Sebenarnya aku lah yang membawanya pergi dan mengajaknya ke tempatku, lalu mempengaruhinya untuk hanya memikirkan apa yang dilakukan disini dan membuatnya melupakan urusan dunia termasuk ayah juga ibu. Sekali ayah, ibu.. Maafkan aku. Aku hanya ingin bersama dan bermain dengan saudara kandungku sendiri. Maaf juga, karena aku mengambilnya dari kalian. Kalau saja dahulu ibu tidak melakukannya dan berkata kejam seperti itu aku masih dapat bisa menerimanya. Salam cinta, Marsha..
Lelaki itu diam terpaku, kini Ia mengerti dan tahu kemana anaknya hilang selama ini. Ia pun tidak dapat berbuat apa-apa selain pasrah menerimanya dan membiarkannya bersama, mungkin Tuhan pun memang menakdirkan mereka bersama meski dengan cara seperti yang Marsha lakukan.
Ia melangkah keluar meninggalkan kamar Laura, dan menguncinya rapat-rapat dan tidak berniat membukanya lagi. Sekarang Ia tengah memikirkan bagaimana cara memberitahukan hal ini kepada istrinya. Kini, ada 2 ruangan kosong dirumahnya..
Sementara itu di tempat Marsha dan Laura, keduanya terlihat bahagia bersama. Laura sama sekali tidak tahu kalau Marsha telah membawanya pergi dari kedua orangtuanya untuk selama-lamanya, Ia juga tidak tahu siapa sebenarnya Alura yang seringkali Marsha ceritakan dan juga apa isi buku harian yang hendak Ia baca waktu itu.
Dan Marsha, kini Ia dapat bersama Laura dengan selamanya tentu.

to be continue..
Note: maafkan kan part 4 yang amberegul ini. Salam sungkem.

Kembar - Part 4

Sabtu, 09 Mei 2015
Posted by Unknown
Kembar (Part 3)
Seorang gadis sedang duduk seorang diri pada bangku taman yang berada di tengah komplek, tampak dari kelihatannya Ia sedang menunggu seseorang datang dan telah membuat janji temu di tempat tersebut. 15 meter tak jauh dari tempat tersebut terlihat seorang perempuan yang rupanya mirip dengan gadis di bangku taman berjalan seperti ke arah perempuan yang sedang duduk. Setelah keduanya berdekatan, mereka pun bertegur sapa dan mulai berbincang.
“Hai, Marsha.”
“Hai, rupanya kau sudah terlebih dahulu datang. Maaf membuatmu lama menunggu ya.”
“Tidak apa.” Ujarnya tersenyum manis
“Bagaimana sekolahmu hari ini?”
“Ya begitulah, belajar, tugas, ulangan dadakan, guru marah-marah dan lain sebagainya.”
“Keliatannya menyenangkan ya?”
“Apanya yang menyenangkan dengan semua kegiatan seperti itu yang kau lakukan setiap hari? Aneh sekali kau ini.”
“Tentu saja menyenangkan, kau dapat bertemu temanmu setiap hari.”
“Ah biasa aja.”
“Oiya, Laura.”
“Ya, ada apa?”
“Boleh aku ceritakan sesuatu kepadamu?”
“Tentang?”
“Diriku.”
“Tentu saja, aku akan senang mendengarkannya.”
“Sungguh?”
Laura pun menanggukkan kepala menandakan persetujuannya.
“Aku punya orang tua yang sangat pilih kasih, mereka lebih menyayangi saudaraku ketimbang aku, terlihat dari cara mereka memperlakukan Alura.”
“Alura?”
“Ya, dia saudara kembarku.”
“Bukankah waktu pertama kali bertemu kau bilang aku saudara kembarmu?”
“Dan kau percaya itu?” Tanyanya setengah meledek
“Ngg.. Aku tak yakin.”
“Hahaha kau ini ada-ada saja, waktu itu aku hanya bercanda Laura.”
“Oh, pantas. Nah, lanjutkan ceritamu.”
“Mereka membiarkan ku terkurung di dalam kamar, tidak mengizinkanku bermain dengan siapapun bahkan dengan Alura sekalipun. Kau tau Laura bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu?”
“Bosan, jenuh, iri, merasa tidak adil.....”
“Dan dendam.” Ucap Marsha memotong
“Jadi, kau dendam terhadap saudaramu?”
“Bukan, tapi pada Ibu.”
“Tapi Marsha, bukankah dia yang melahirkanmu?”
“Memang dia yang melahirkanku dan membuangku.”
“Membuangmu? Apa maksudnya?”
“Ah, tidak.”
“Kau ini, penuh misteri sekali.”
“Sepertinya hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita pulang.”
“Mari kita pulang bersama.”
“Tidak bisa Laura, kamar kita kan berbeda.”
“Kamar?”
“Ah, maksudku rumah.”
“Jadi?”
“:Kita berjalan bersama sampai ujung sana lalu berpisah di pertigaan jalan. Kau ke kiri dan aku ke kanan.”
“Bagaimana kau tau aku akan mengambil jalan ke kiri?”
“Aku sering menguntitmu!”
“Hey, kau ingin menakutiku?”
“Hahahahaha, hanya bercanda.”
“Tapi kalau memang itu benar, berarti aku punya pengagum rahasia.”
“Percaya diri sekali kau ini, memangnya kau pikir dirimu cantik?”
“Tentu saja.”
Lalu keduanya tertawa dan berjalan bergandengan tangan sampai ujung jalan lalu mengambil jalan terpisah. Tanpa Laura ketahui sebenarnya tujuan mereka sampai sama, hanya saja salah satunya mengambil jalan yang berbeda.
Hari-hari berikutnya Marsha semakin akrab dengan Laura mereka seringkali bertemu, baik itu hanya untuk sekedar bermain atau untuk mendengarkan cerita Marsha. Perlahan-lahan Laura mulai mengenal dan mengetahui siapa Marsha dari semua cerita yang dituturkan olehnya. Sebenarnya Laura kasihan pada Marsha yang diperlakukan tidak adil oleh Ibunya sendiri dan Ia sangat ingin bertemu dengan Ibunya Marsha serta melihat sendiri perlakuan Ibunya terhadap Marsha untuk membuktikan kebenaran cerita yang di dengarnya namun sayangnya Ia selalu lupa mengatakan hal tersebut pada Marsha.
***
“Sudah berulang kali ku katakan padamu jangan coba kau menampakkan diri tapi mengapa tetap kau lakukan?!”
“Aku hanya ingin punya teman dan bermain bu.”
“Bermain lah dengan yang lain, tapi jangan Laura!”
“Tapi dia saudara kembarku Bu!”
“Kau telah melanggar perjanjian yang kau buat, aku sudah mengizinkanmu tinggal disini. Tapi kau meminta lebih.”
“Beri aku kesempatan sekali lagi untuk bermain dengannya dan membawanya pergi.”
“Apa?! Sampai benar kau melakukannya, kan kuberikan kau pada Iblis untuk dinikahkan dengan anaknya.”
“Itu tak akan terjadi.”
“Tentu saja bisa, Marsha.”


to be continue..
Note: Maaf kalo ada yang keselip gak ke tag. Makasiiih

Kembar (Part 3)

Posted by Unknown
Part 2
TOUR IN ANOTHER WORLD
Semua yang didalam bus berharap penuh dengan denni,sun,arief,anggun dan bimo,mereka antara percaya dan tidak dengan kemampuan sundari dan anggun,tiba-tiba Ari mengajukan diri sebagai Pengganti Anggun.
“hey supir,bagaimana jika anggun aku saja yang menggantikan,ini terlalu berat untuk dia”kata ari
“dan aku akan menggantikan sun,aku takut dia terjadi apa-apa?”kata made ikut menawarkan diri
“Tidak,salah kalian kenapa kalian tidak bilang dari awal !!!” bentak sang supir
lalu sang supir menjelaskan rule dari tour ini
“baiklah,khusus untuk kalian berlima dengarkan baik-baik,di setiap dimensi kalian harus menyelamatkan teman kalian atau mungkin teman kalian yang menjadi musuh kalian dan kalian harus ingat,apapun yang terjadi,kalian ber 5 harus selamat dan di setiap dimensi kalian harus menyelamatkan nyawa minimal 2 orang,dan nyawa yang selamat jiwanya akan kembali ke bus ini untuk sementara dan sedangkan untuk yang mati,nyawanya akan mengambang tidak jelas di dimensi ini dan cara menyelamatkan nyawa mereka agar kembali adalah kalian lah yang harus bertahan sampai tour ini selesai,dan juga akan banyak hal diluar nalar kalian yang akan terjadi disini,bisa kalian mengerti?” jelas si supir
“YA!!!”kata mereka berlima
“sekarang kalian mendekat”kata si supir lalu memberikan sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk menyontengnya
ketika dibaca ternyata ada sebuah daftar senjata dan mereka pun harus memilih salah satu senjata,setelah selesai sang supir pun mengambil lagi tasnya
“apa sih maksudnya tadi,untuk apa senjata itu”kata anggun
lalu sang supir menyuruh mereka turun dari bus,dan mereka menuruti perintah si supir
“apakah pertualangan kita akan segera dimulai?”tanya arief sambil meneguk liur
ketika mereka menoleh kebelakang untuk melihat bus ternyata bus nya telah hilang,padahal belum 1 menit mereka turun dari bus itu
“kemana bis nya?”tanya denni
“sial,sepertinya kita benar-benar harus mencari sendiri tempat yang akan kita tuju”kata sun
lalu mereka berjalan menyusuri jalan raya di kelilingi hutan liar yang cuacanya mendung dan sedikit berkabut,hampir setengah jam mereka berjalan namun tidak menemukan apa-apa
“jangan-jangan kita tersesat?”kata bimo
“sejak awal kita memang telah tersesat bodoh,ini bukan dunia kita”kata denni setengah emosi
lalu mereka melihat sebuah gubuk dan mereka masuk kedalamnya..
“tempat apa ini,kosong tak ada apa-apa”kata arief
“hey lihat apa itu?”kata anggun sambil menunjuk ke arah sebuah kotak peti
lalu mereka mendekati peti dan membuka isi nya
“hey,ini kan senjata yang ku conteng tadi,ambil senjata yang telah kalian pilih”kata denni
Denni: shotgun
arief: tongkat bassball baja
bimo: samurai
Anggun : se tas bom
sun : Ak47
“hey bodoh,apa yang kau pikirkan,kita ini sedang dalam bahaya,kenapa kau pilih tongkat bassball”kata denni membentak arief
“aku tadi asal conteng”kata arief yang sedikit menyesal dengan pilihannya
setelah selesai mempersiapkan senjata,mereka keluar dari gubuk dan mereka melihat di ujung jalan ada seseorang bertudung sambil mengendong bayi,lalu mereka mendekatinya
“hey,siapa kau?”kata arief
lalu orang itu menoleh dan mereka terkejut melihat wajah orang bertudung itu hancur seperti mayat hidup dan melihat bayinya sedang menyedot ibu jari orang dewasa layaknya susu..
“Hantuu!!!!” teriak anggun
“bodoh,itu zombie,sepertinya game telah dimulai”kata denni mengarahkan moncong shotgun nya ke arah kepala zombie....
dorrr....
kepala zombie itu terpecah berkeping-keping....
“kalian harus waspada,lihat lingkungan sekitar,sebaiknya kita harus menyusun strategi”kata arief
“apa rencanamu?”kata denni
“den,kau berjalan paling depan karena senjata mu yang paling kuat diantara kami,lalu aku di baris kedua yang akan mengkomandoi jika tiba-tiba terjadi sesuatu,lalu baris ketiga,anggun,kau wanita dan juga senjatamu bom,jadi kau bisa melempar ke arah manapun untuk melindungi kami ber 4,dibelakangnya sun,senjatamu ak47,kau bisa melindungi bagian depanmu karena senjatamu bersifat jarak jauh dan dibelakangmu,kau hanya perlu melindungi bimo seorang,dan bimo kau di belakang mengawasi dua wanita didepanmu dan gunakan samuraimu semampumu,aku tidak tau posisimu di strategi ini,jadi kau cukup dibelakang!!!”jelas arief
“sial,aku seperti tak berguna”gerutu bimo
“hey rif,tapi bagaimana jika keadaannya seperti itu?”kata denni menunjuk gerombolan zombie yang jumlahnya mungkin 100 orang yang jaraknya hanya 30 meter dari mereka
Bersambung.....

TOUR IN ANOTHER WORLD Part 2

Jumat, 08 Mei 2015
Posted by Unknown
OUR IN ANOTHER WORLD eps 1
Setelah ujian nasional,anak-anak kelas IX  B ingin mengadakan tour selama seminggu ke suatu tempat dan akhirnya diadakan rapat yang di pimpin langsung oleh ketua kelas kami arief dan setelah rapat,arief sundari dan denni mencari situs di internet tentang tmpat penyewaan sebuah bus,kami menemukan sebuah situs tentang penyewaan bus yang murah dan tempat-tempat yang akan dikunjungi juga menarik,lalu denni,arief dan sundari sepakat untuk menghubungi kantor untuk menyewa bus itu...
lalu sundari pun menelpon kantor penyewaan bus itu....
“halo”kata sundari memulai pembicaraan
“halo,selamat siang,ada yang bisa kami bantu?”
“betul ini nomor tempat penyewaan bus?”
“ya betul”
bla bla bla bla bla,,,setelah sekian cukup lama bercakap-cakap akhirnya mereka sepakat bahwa mereka akan melakukan tour 3 hari lagi...
hari yang di tentukan telah tiba.kami semua berkumpul di depan sekolah kami,pukul 8 pagi kami memulai perjalanan kami,sudah sekitar 2 jam perjalanan yang kami tempuh menuju lokasi,kami bercanda ria di dalam mobil dan menikmati perjalanan,namun ketika mulai masuk area gunung tiba-tiba ada asap kabut yang menghalangi pemandangan dan menutup semuanya,kami semua yang di dalam bus merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus kami lakukan...
“hey pak supir,bisa kau hentikan bus nya,ini berbahaya,bisa-bisa kita menabrak sesuatu atau masuk jurang” kata arief
beberapa cewek mulai berteriak ketakutan
“tenang,memang ini jalannya,kalian cukup duduk diam”kata supir sambil tersenyum,denni ,merasa aneh dengan tingkah supir itu
5 menit kemudian kabut pun mulai memudar dan kami terkejut karena melihat lingkungan sekitar kami sudah berubah.....
“dimana ini,apa yang terjadi,pulangkan kami ke tempat semula pak”teriak diny salah satu cewek di kelasku sambil marah-marah
“SELAMAT DATANG DI TOUR KAMI”tiba-tiba sang supir berdiri dan menghadap ke arah bangku penumpang
“apa maksudnya ini? Ini bukan seperti di perjanjian”kata sundari
“kalian sekarang berada di dunia lain,dimensi lain dan kalian akan melakukan sebuah perjalanan yang panjang dan akan mempertaruhkan nyawa kalian”kata sang supir
lalu naufal salah satu temanku berdiri dan ingin memukul wajah sang supir tetapi tiba-tiba naufal merasakan sakit yang amat sangat di dadanya
“arrrrgggghhhhhhhh,sakittt”teriak naufal tertidur kesakitan sambil memegang dadanya
“itu resikonya kalau melawanku,ini dunia kami,kalian hanya peserta yang akan menyelesaikan tour ini ,jika kalian tidak bisa menyelesaikannya,kalian tidak akan kembali ke dunia kalian,HAHAHAHHAHAHA”kata sang supir
“tenang,jika kita tidak kembali dan kita semua hilang,pasti orang tua kita dan polisi akan mencari kita”kata denni menenangkan semua teman-temannya
“hah apa yang kau bilang bocah,yang terbawa ke dimensi ini hanya jiwa kalian,sedangkan raga kalian masih di dunia nyata dan diisi oleh jiwa-jiwa kosong dari alam ini,mereka bisa meniru persis semua tingkah laku orang yang didiaminya jadi raga kalian itu terlihat seperti tidak terjadi apa-apa dan jika kalian mati di sini,tidak ada yang tau kalian mati disini dan jiwa-jiwa itu akan sepenuhnya dan selamanya memiliki ragamu”
semua nya terdiam bahkan sudah hampir setengah isi bus itu menangis ketakutan
“bimo,denni,arief bagaimana ini,aku ingin pulang,aku takut”kata evi mendekati kami sambil menangis
“hey,jika kita bunuh supir ini mungkin kita bisa bebas dari dunia aneh ini”kata bimo berbisik kepada denni
“yaa,mungkin” kata denni sambil menunduk dan mengambil pisau kecil yang terselip di kaus kaki nya
brakkkkkkkkkk
denni pun terpental keujung bus karena tendangan si supir
‘apa itu??????,itu terlalu kuat untuk tenaga manusia dan juga apa yang dilakukannya terhadap naufal tadi’batin bimo yang tercengang melihat kejadian barusan
“HAHAHAHAHAHAHAHAH,kalian tidak bisa macam-macam dengan ku,disini aku sebagai kuncinya,aku yang mengatur tour atau bisa ku bilang game ini,aku bukan musuh kalian dan aku bukan teman kalian disini,aku hanya tourguide yang memimbing,memberi petunjuk dan aku tidak akan membantu kalian ataupun melukai kalian,aku tidak memihak siapa pun dan jika memang kalian bisa membunuhku,jiwa kalian akan selamanya terperangkap disini”sang supir tersenyum menyeringai kepada mereka semua
“Sial,jadi apa yang harus kami lakukan?”kata bimo
“play this game”kata si supir
“Baiklah,dengan kami yang berjumlah 30 orang kami pasti bisa menaklukan semua permainan yang kau buat ini”kata bimo dengan yakin
“30 orang? HAHAHAHAHAHHAHAH,bodoh,tokoh utama di permainan ini hanya 5 orang dan apabila semua tokoh utama mati,kalian semua SELESAI”kata si supir
mereka yang di bus hanya bisa meneguk liur mendengar kata-kata sang supir
“siapa yang bersedia menjadi tokoh utama silahkan angkat tangan”kata si supir
semua terdiam dan saling melihat satu sama lain
“tidak ada,akan kuhitung sampai 5,jika tetap tidak ada yang bersedia,kalian semua SELESAI” kata si supir mengulang kata-kata yang biasa di ucapkan tapi menurut mereka itu adalah kalimat-kalimat yang sangat mengerikan
“aku” terlihat dari bangku belakang salah satu teman cewek kami anggun mengangkat tangannya
‘APA???bodoh,apa yang kau pikirkan,ini berbahaya’batin denni sambil menahan sakit akibat tendangan si supir tadi
“WAWWW,ternyata seorang wanita yang pertama kali,si 4 orang lagi?”tanya si supir
“aku” sundari mengangkat tangannya
“semua ini salahku yang menyewa pelayanan bus ini jadi aku bertanggung jawab atas nyawa kalian”lanjut sundari
“wah,wah,sepertinya 12 laki-laki di kelasmu pengecut” kata si supir kepada sundari
“aku”arief megangkat tangannya
“oh,sang ketua kelas ternyata,siapa selanjutnya?”
“aku,akan ku selesaikan tour ini dalam waktu singkat”bimo berteriak dengan lantang
“dan,jika ada bimo,pasti ada salah satu yang akan membantunya menghabisi semua tantangan di tour ini,AKU...Denni” kata denni sambil berdiri di belakang bus
“HAHAHAHAHAHAHAHH,sudah di tetapkan,arief denni bimo sundari dan anggung akan menjadi tokoh utama di game ini,nyawa kalian semua bergntung kepada 5 teman kalian ini,dan sekarang.....
“LET’S BEGIN THIS GAME”


BERSAMBUNG.......

ANOTHER WORLD

Posted by Unknown
Kembar - (Part 2)
Sebuah buku dengan halaman terbuka tergeletak di meja, terdapat beberapa kalimat yang berisi tentang catatan harian seseorang.
Catatan 1 :
Kemarin lusa ada yang mengetuk ruangan ini, aku senang sekali karena selama 17 tahun baru saat ini ada yang mencoba mengetuknya. Dan yang sudah jelas ku tahu itu bukanlah Ayah atau Ibu karena mereka tidah pernah mengetuk pintu bahkan untuk sekalipun, biasanya mereka langsung membuka pintu lalu mewanti-wanti agar aku tidak pernah menunjukkan diri pada siapa pun. Namun kini pesan Ibu telah ku langgar dan aku tidak perduli apa yang akan terjadi setelah Ibu mengetahuinya.
Catatan 2 :
Malam ini ku dengar Dia membicarakan ku, tapi sesaat kemudian aku kecewa karena Ibu berusaha mengalihkan pembicaraan dengan dalih menyuruh gadis itu belajar. Menyebalkan.
Catatan 3 :
Benar saja dugaanku, perempuan itu memarahiku. Ia berkata
“Apa yang telah coba kau lalukan?!” Begitu katanya setengah membentak
Aku hanya diam tak menghiraukan apa-apa yang dikatakan. Dia pikir aku betah bersembunyi selama ini? Yang benar saja. Sesaat setelahnya lagi-lagi Ia memperingatkanku.
“Jangan pernah lagi kau coba menunjukkan dirimu pada siapapun, bahkan kepada Laura.”
***
“Bagaimana? Apa kau sudah memberinya peringatan?”
“Baru saja selesai ku lakukan.”
“Lalu, apa yang dikatakannya?”
“Dia tidak mengatakan apa-apa.”
“Apakah menurutmu dia menyetujuinya, sayang?”
“Setuju atau tidak Dia harus tetap melakukannya.”
“Kau ini, suka sekali memaksakan kehendak.”
“Bukan memaksakan kehendak, ini untuk kebaikannya dan putri tercinta kita Laura.”
“Pintar sekali kau menjawab.”
Wanita itu hanya tertawa lalu di kecupnya keningnya oleh lelaki dihadapannya.
“Sudah, mari kita tidur. Selamat malam sayang.”
Kemudian sepasang insan manusia tersebut merebahkan diri di kasur lalu tertidur lelap hingga menjelang pagi.
***
Aku melangkah kan kaki menuju sekolah seperti biasanya, rutinitas yang membosankan menurutku.
“Laura!”
Aku menoleh, mencari asal suara namun tak kulihat siapapun sampai ada yang mencolek pundak kananku.
“Hai..”
Aku terpana, kulihat seorang gadis yang sangat mirip denganku. Rambutnya sama panjang sebahu seperti rambut yang ku miliki. Ku selusuri pandangan mataku keujung rambut sampai ujung kakinya.
“Kau siapa?”
Gadis itu hanya tersenyum, dan senyumannya amat manis terlihat dari kedua lesung pipinya saat Ia menyunggingkan senyum. Bahkan Ia pun juga memiliki dua lesung pipi.
“Mengapa kau sangat mirip denganku?”
“Karena aku saudaramu.”
“Saudaraku? Aku tidak memiliki saudara. Apa kau mungkin sepupuku?”
“Bukan, kita sekandung.”
“Maksudmu kita kembar?”
“Bisa di bilang seperti itu.”
“Tidak mungkin, aku anak tunggal.”
“Mungkin saja, Laura.”
“Wow, kau bahkan tahu namaku. Baiklah siapa namamu?”
“Aku tidak tahu namaku.”
“Bagaimana jika aku yang memberimu nama?”
“Kedengarannya menarik.”
“Hmm.. Marsha? Bagaimana menurutmu?”
“Nama yang bagus. Baiklah aku setuju!”
Aku melirik arloji di pergelangan tanganku, “Astaga hampir setengah 7! Marsha aku harus segera pergi sudah hampir telat. Dah..”
***
Sepulang sekolah saat makan siang, aku berniat menceritakan mengenai teman baru kepada Ibuku, akan tetapi saat aku mencarinya Ibu ternyata tidak ada di rumah.
Kemana dia pergi? Gumamku, mungkin lebih baik aku tidur siang saja. Ulangan matematika tadi membuat kepalaku penat ditambah asal usul Marsha yang tidak ku ketahui dan bahkan mengaku saudara kembarku.
Saat melangkahkan kaki menuju kamar kulihat pintu itu terbuka, pintu yang ruangannya selama ini selalu tertutup. Rasa penasaran yang sempat terlupa olehku mengenai ruangan itu kini muncul lagi, kudekati ruangan tersebut dengan langkah perlahan mewaspadai mungkin ada bahaya yang tiba-tiba datang seperti kejadian di beberapa film yang pernah ku tonton.
Kini aku sudah berada di dalam ruangan, ku perhatikan sekeliling. Terdapat tempat tidur meja belajar, lemari dan segala benda yang sama isinya seperti kamarku. Di meja belajar ku lihat sebuah buku tergeletak, sampulnya bukunya bergambar daun kering. Diperhatikan lebih seksama ini tampak seperti buku harian. Ku raih buku harian tersebut dan segera ku bawa, tak lupa pintu tersebut ku tutup agar tidak menimbulkan curiga.
Setiba di kamar aku kembali memikirkan mengenai ruangan tersebut, Marsha, dan tentunya buku harian ini. Karena yang aku tahu di rumah ini tak seorang pun yang senang menuliskan sesuatu ke dalam buku baik aku atau pun Ibu, maka kecil kemungkinan ada yang memiliki buku harian. Terbesit di otak ku untuk menanyakan hal ini kepada Ibu, tapi lalu kuurungkan niat.
Ah, lebih baik ku baca saja buku ini. Mungkin akan dapat ku temukan jawaban dari beberapa pertanyaanku. Sedetik saat ku buka sampul buku rasa kantuk menyerang dan reflek aku tertidur di meja belajar tepat diatas buku harian yang sampul halamannya sudah terbuka.
to be continue..

kembar part 2

Posted by Unknown

// Copyright © alifiafunclub //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //