Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Rabu, 17 Juni 2015
PART2
This story particular to friend in Kalimantan named sri-yanti ;)Awalnya ku kira dia sedang mabuk, jadi aku melangkah kepinggir terotoar, memberinya cukup ruang untuk melewatiku, tapi dia semakin mendekat dan aku makin menydarai sosoknya ynag sungguh aneh, tubuhnya begitu kurus dan tinggi semampai, serta mengenakan setelan yang ketingglan zaman.
dia terus menari dan mendekat sampai kahirnya aku mampu melihat wajahnya.
***********************
Kepalanya miring dengan garis yang tidak wajar dan matany melotot menghadap langit, dengan senym yang lebar dan mengerikan tersungging di wajahnya, senyum yang hanya kan kau lihat di film kartun. tatapan liar dan senyumnya yang tidak masuk akal sudah membuatku ketakutan dan segera menyebrang jalan untuk menjauh darinya. aku tidak berhenti memperhatiknnya. Saat sampai di sebrang jalan dan menghentikan langkahku. dia tak lagi menari dan kini dia berdiri dengan salah satu kakinya dan menghadapku namun tetap melihat keatas. tentu dengan senyum aneh yang masih merekah lebar.
***********************
Saat itu aku sudah sangat gugup,aku mulai berjalan namun tetap enggan untukmelepaskan pandanganku darinya.
saat itu aku telah mencapai jarak setengah blok, aku menoleh kedepan untuk beberapa saat, hanya untuk memastikan bahwa jalanan dan trotoar di hadapanku benar-benar lenggang. masih dalam keadaan gugup , aku berbalik kembali ke arah pria tadi berdiri dan mendapati dirinya telah lenyap.
***********************
Aku sempat lega untuk berberapa saat..... sampai kau melihatnya lagi, kali ini dia sudah ikut menyebrang, aku tak dapat melihatnya dengan jelas , karena jarak kami sekarang sudah cukup jauh dan pekatnya gelap malam menutupi sosok orang aneh itu. tapi aku sangat yakin dia sedang menatapku. tak lebih dari 10 detik aku mengalihkan pandanganku darinya, jadi sudah pasti dengan cepat.
***********************
Aku begitu terkejut saat itu hingga tak dapat bergerak, ketika dia mulai berjalan menuju kearahku lagi, dia mengambil langkah-langkah besar, seperti seseorang sedang berjinjit, namun dengan kecepatan tinggi. aku harus bilang bahwa semestinya aku kabur waktu itu, atau mengambil ponselku dan mulai menghubungi seseorang tapi tidak. aku hanya diam membeku menyaksikannya berjingkat ke arahku.